Selasa, 23 Agustus 2011

Berjabat Tangan Selepas Sholat

Sejumlah kalangan mengatakan bahwa berjabatan tangan selepas sholat dianggap bid'ah, sesat dan masuk nereka. diantara kalangan dan tokohnya yang membid'ahkan berjatan tangan selepas sholat adalah Syekh Al Albani: Syekh Al Albani mengatakan: 

واما المصافحة عقب الصلوات فبدعة لا شك فيها الا ان تكون بين اثنين لم يكونا قد تلاقيا قبل ذلك فهي سنة كما علمت.

Artinya: adapun berjabat tangan setelah sholat itu bid'ah dan tidak diragukan lagi, kecuali antara dua orang yang belum bertemu sebelum itu, maka hukumnya sunnat sebelum anda ketahui. (silahkan lihat dalam kitab Al Ikhtiyarat Al Fiqhiyah halaman 144).

diantara tokoh yang membid'ahkan berjabatan tangan selepas shalat adalah Syekh Utsaimin. tapi di lain waktu beliau mengatakan tidak menjadi masalah asalkan dilakukan atas dasar suka sama suka dan kasih sayang. (silahkan buka dalam kitab Fatawa Syaikh Utsaimin juz 13 halaman 287)

berjabatan tangan selepas sholat sudah berjalan selama berpuluh puluh tahun oleh ummat islam di bangsa ini, dan ulama yang ada di indonesia pun semuanya mereka menerima amaliyah seperti ini, akan tetapi belakangan muncul aliran wahabi dan salafi yang membid'ahkan dan menyesatkan serta masuk neraka bagi pelakunya.

Akan tetapi hanya beberapa segelintir ulama saja yang membid'ahkan berjabatan tangan selepas sholat, dan mayoritas ulama mengatakan bahwa berjabatan tangan selepas sholat adalah yang biasa dan hukumnya mubah. Kami melihat ada sebuah pendapat yang cukup bijaksana yang dikemukakan para Ulama di pusat ilmu terbesar dunia Islam, Al Azhar, Mesir. Ketika ditanya sekitar jabatan tangan selepas shalat, mereka menyampaikan uraian yang cukup panjang antara lain:
  مصافحة المسلم لأخيه عند اللقاء أصلها مستحب ، وذلك لتوكيد الألفة والمحبة بين المسلمين ، وقد وردت فى ذلك نصوص تدل على أنها كانت عادة جارية فعلها الصحابة كما أخرجه البخارى وغيره ، وأقرها الرسول صلى الله عليه وسلم ، بل حبب فيها بمثل قوله " ما من مسلمين يلتقيان فيتصافحان إلا غفر لهما قبل أن يتفرقا " رواه أبو داود والترمذى وقال : حديث حسن .ولم تكن المصافحة عقب الانتهاء من صلاة الجماعة معروفة أيام النبى صلى الله عليه وسلم ولكن حدثت بعد انتقاله إلى الرفيق الأعلى ، بتأويل أن المصلين جماعة كانوا مع الله فى رحلة روحية، 

Artinya: Menurut asalnya jabatan tangan seorang Muslim dengan saudaranya ketika bertemu adalah Sunnat, yang demikian itu dalam rangka menguatkan ikatan kasih sayang di antara orang orang Islam. Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan bahwa perbuatan tersebut merupakan kebiasaan yang telah berlaku semanjak masa sahabat sebagaimana diriwayatkan Al Bukhari dan lainnya serta disetujui Rasulullah SAW. Beliau bahkan mendorong untuk mengerjakannya seperti dalam sabdanya, "Tidaklah dua orang Islam bertemu kemudian berjabatan tangan kecuali keduanya diampuni dosa-dosanya sebelum berpisah". Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At Tirmidzi dan ia berkata : Hadis ini Hasan Shahih. Adapun berjabatan tangan setelah shalat berjama'ah itu tidak dikenal di masa nabi SAW akan tetapi hal tersebut terjadi saat beliau telah meninggal dunia dengan menyerupakan orang-orang yang menunaikan shalat berjama'ah itu baru saja melakukan perjalanan Ruhiyah bersama dengan Allah.

berjabatan tangan pada dasarnya adalah hukumnya sunnah. tidak ada satu keteranganpun dari Rasulullah yang menyalahkan berjabatan tangan. justru Rasulullah memberikan satu motivasi bahwa siapa orang yang berjabatan tangan maka akan diampuni dosanya sebelum orang tersebut berpisah. Hadis masalah ini sifatnya umum. 

mau berjabatan tangan dimanapun boleh, sebelum sholat boleh, sesudah sholat juga boleh dan tidak bid'ah, yang bid'ah itu adalah berjabatan tangan saat dalam menjalankan sholat. kalau sesudah sholat, jangankan berjabatan tangan kentut juga boleh. gitu aja ko repot

Abdul Hakim Abubakar El Kahir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar